<body>
MIFTAHUL FALAH
ASSUBKIYYAH
Pondok Pesantren Salaf Miftahul Falah Assubkiyyah
majlis
belajar ilmu dan akhlak
MFA
Pondok Pesantren Miftahul Falah Assubkiyyah didirikan pada tahun 1985 oleh Ustdz. Hj. Iyoh Fatimatuzzahro bertempat di Jalan Raya Cifor Pilar II Rt. 03/02 No. 14 Kelurahan Bubulak Kecamatan Bogor Barat. Atas amanat dari ayahandanya KH. Ahmad Satibi Bin Mama KH. Subki yang lebih dikenal dengan sebutan Akang Eben.
Dengan semangat dakwah dan motivasi yang kuat dari orangtuanya yang didukung juga oleh masyarakat setempat akhirnya didirikan majlis diatas tanah wakaf Mbah. H. Zakaria (sesepuh bubulak, kakek hj. iyoh)
Awalnya majlis kami ini bernama Miftahul Falah Al-Afandiyyah, nama yang diambil dari sebuah pondok pesantren di Barengkok Leuwiliang asuhan Hj. Sukarsih (guru dari Hj. Iyoh). Dan nama Afandiyyah diambil dari guru Hj. Sukarsih yaitu Mama. KH. Affandi.
Bergantinya nama belakang Al-Affandi dengan Assubkiyyah, tidak lain karena tafa`ulan dengan kakek beliau yaitu Mama KH. Subki Bubulak.
Blogroll
Link blog yang lainnya
MTs. Yasiba
habib abdurrahman assegaf,Lc -setu-
habaib
habib munzir almusawa
habib hasan assegaf
rabithah
NU
fatayat
kitab kuning
pesantren virtual

guru
Al-asatizah
KH. Aceng Saefuddin
Ustdj. Hj. Iyoh Fatimatuzzahro
Ust. Asep Dimyati, SPd.I
Aa. H. Abdul Wadud
<.
KITAB-KITAB YANG DIPELAJARI DI MFA
20 Januari 200911:24 AM

KITAB-KITAB YANG DIPELAJARI

Ada banyak kitab-kitab yang dipelajari di pondok pesantren Miftahul Falah Assubkiyyah ini salah satunya yaitu beberapa kitab tafsir besar seperti Tafsir Munir, Tafsir Ibnu Abbas dan Tafsir Jalalain yang dikarang oleh dua ulama besar Al Allamah Jalaluddin Muhammad bin Ahmad Al Mahalli dan Syeikh Al Mutabahr Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakar Assuyuti (nafa`anaa Allah bi`ulumihima aamien). Biasanya kitab-kitab besar tafsir tersebut dipelajari oleh santri-santri yang gede atau memang yang sudah lama (senior) kalau santri-santri kecil atau santri-santri yang baru mereka tidak ikut belajar kitab-kitab besar yang mereka ikuti hanya kitab-kitab yang kecil aja, bukannya nggak boleh sih tapi memang ada tahapan-tahapannya untuk mengkaji kitab diponpes atau memang karena santri kecil masih baru jadi belum terbiasa untuk ikut ngaji dengan durasi waktu yang agak lama jadi mereka tidak ikut biar gak bosan juga juga dipesantren maklumlah namanya juga yang masih baru yang penting betah dulu ngaji dan diam di pesantren.
Selain kitab-kitab yang besar seperti tafsir tersebut yang di pelajari ada beberapa kitab kecil juga yang di pelajari dan dibahas setiap harinya seperti kitab Durrotunnasihin fil wa`dz wal irsyad yang dikarang oleh seorang ulama besar diabad 13 Hijriah yang bernama Ustman bin Hasan bin Ahmad Assyakir, kitab ini menjelaskan fadhilah atau keutamaan-keutamaan amal perbuatan dan juga ancaman amal maksiat yang disajikan dengan bahasa yang menarik dan riwayat serta hikayatnya. Kemudian kitab sejarah Madaarijussu`uud ila iktisaail buruud dengan syarah Al Imam Al Faadil Assyeikh Muhammad Nawawi Al Bantani, penjelasan dari kitab maulid Nabi SAW yang dikarang oleh Al Imam Al Arif Assayyid Ja`far yang lebih dikenal dengan sebutan Al Barjanji, wah kitab ini benar-benar menarik karena menceritakan dengan jelas sosok Nabi Muhammad SAW mulai dari sebelum dilahirkannya sampai dengan perjalanan hidupnya hingga akhir hayatnya sehingga kita bisa tau siapa Nabi Muhammad SAW itu dan dari mana dia berasal, keluarganya, para sahabatnya, kerabatnya, musuh-musuhnya, bagaimana perjuangannya dalam menyampaikan risalah sampai dengan bagaimana akhir hayatnya, benar-benar kita tau dan yakin serta bangga menjadi ummat seorang Nabi terbaik dan seorang Rasul pilihan. Lain dari itu dipelajari juga kitab MawahibuSomad fii hilli alfaadzi zubad karangan Syeikh Al Allaamah Ahmad bin Hijazi Al Qosyi, menjelaskan hukum-hukum fikih Syafi`ie dan juga beberapa nasihat-nasihat dari matan zubad Syeikh al Imam Al Aalim Al Allaamah Ahmad bin Ruslan Assyafi`i.

Oya di Ponpes Assubkiyyah ini ilmu fikih sangatlah ditekankan karena memang menurut Ustdz. Iyoh Fatimatuzzahro fikih termasuk ilmu yang sangat penting setelah tauhid karena dengannya kita bisa mengetahui hukum dan tata cara beribadah, sedangkan tauhid kita bisa tau dan jelas tujuan ibadah. Makanya disini selalu diulang-ulang untuk kitab fikihnya, nah kita juga mempelajari kitab yang terkenal dikalangan pondok pesantren yaitu Syarah Kaasyifatussaja karangan Syeikh Al Imam Al Aalim Al Faadhil Abi Abdul Muthi Muhammad Nawawi al Jaawi penjelasan dari kitab safinatunnaja fi ushuluddin wal fiqh karangan Assyeikh Al Aalim Al Faadhil Saalim bin Samir Al Hadromi. Masih dari kitab fikih yang lain yang dipelajari yaitu kitab MinhajulQowim Syarh Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al Haitami Al Makki Assyafi`i `alaa muqoddimatulhadlromiyyah fii Fiqh Assadati Assyafi`iyyah Li Abdillah bin Abdurrahman ba fadl Al Hadlromi. Kemudian lainnya dari itu kitab Tadzhib fii Adillati matan Al ghoyah wa taqrib (Matan Abi Syuja’i), dan juga kitab riwayat Al Kabaairu karangan Al Imam Adzzahabi menjelaskan perbuatan-perbuatan dosa besar yang harus dijauhi. Dan juga banyak kitab-kitab lain yang dipelajari di pondok pesantren Miftahul Falah Assubkiyyah. dah ah nguantuk...ah dulu yua da daahhh
kembali ke halaman atas